Posted 1 day ago
Posted 2 days ago
Inikah yang disebut CINTA, jika aku menjadi bahagia ketika nama itu disebut?
Inikah yang disebut CINTA, jika aku merasa bangga jika bisa bersamanya?
Inikah yang disebut CINTA, jika aku selalu semangat untuk menjalani hari-hariku bersamanya?
Sulit untuk mengungkapkan apa yang kurasa, tapi…
Aku ingin kamu tahu,
bahwa selalu ada ruang dihatiku yg kusiapkan untukmu..
Bahwa ragaku selalu kuat untuk melakukan perjalanan bersamamu,
bahwa berdiskusi denganmu adalah hal terbaik yang selalu ingin kulakukan..
Cinta ku..
Posted 2 days ago

Berjalan, Bersyukur, Bertindak

”Berjalanlah di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan Allah” (Q.S. 30 : 42).

Dari kutipan ayat di atas, terdapat 2 kata kerja yakni berjalan dan perhatikan, dua perintah yang penting untuk kita laksanakan. Indonesia merupakan sebuah negara besar dengan luas wilayah yang lebih daripada 1.900.000 m2, memiliki jumlah penduduk ±230.000.000 jiwa, akan menjadi sebuah perjalanan yang panjang untuk berkeliling Indonesia dan menemui seluruh penduduknya.

Allah melalui Surat Ar-Rum ayat 42 memerintahkan kepada kita untuk berjalan dan memperhatikan. Dari ±230.000.000 penduduk Indonesia, sekitar 16.400.000 adalah warga miskin, sebuah jumlah yang sangat tinggi untuk diperhatikan. Allah memerintahkan kita untuk berjalan dan memperhatikan, pernahkan Anda berjalan meninggalkan ruangan ber-AC yang Anda tempati untuk melihat dan memperhatikan ada banyak orang yang harus bekerja di bawah terik matahari untuk memungut sampah, mengatur lalu lintas, menjual mainan anak-anak, pengemis ataupun orang lain? Pernahkah Anda berjalan keluar rumah ketika malam hari dan memperhatikan satpam, pemburu katak ataupun gelandangan yang harus bekerja di malam hari ketika orang lain sedang tidur?

Dari 1.900.000 mluas wilayah Indonesia, terdapat sekitar 1.500 rumah sakit yang tersebar di seluruh Indonesia. Jika setiap rumah sakit memiliki kapasitas 200 pasien maka terdapat 3.000 orang sakit di negeri ini. Dari sekian banyak orang sakit di negeri ini, pernahkah Anda mengunjungi rumah sakit di kota Anda untuk melihat seberapa banyak pasien yang mengandalkan JAMKESMAS untuk mengobati kanker, kista ataupun penyakit berbahaya lain yang membutuhkan biaya besar untuk mengobatinya?

Kebanyakan dari kita tidak peduli dengan hal ini. Kita mengaku ber-Tuhan, kita mengaku beragama tetapi tidak pernah menjalankan perintah agama. Surat Ar-Rum ayat 42 menyadarkan kita untuk menjadi peka terhadap lingkungan kita, untuk senantiasa bersyukur atas segala limpahan rahmat yang telah dikaruniakan kepada kita. Setelah berjalan dan bersyukur, kita harus bertindak! Kita adalah Warga Negara Indonesia, mereka pun sama. Tidak sepantasnya kita berdiam diri setelah kita mengetahui realita ini. Bukankah setiap hari kita menyuarakan kejengahan kita akan kondisi negeri yang carut marut ini? Bukankah setiap hari kita menyuarakan perubahan untuk Indonesia yang lebih baik? Sekarang lah saatnya! Sekarang saatnya kita membangun Indonesia menjadi lebih baik, dengan tangan kita, orang-orang yang mencintai Indonesia sepenuh hati dan optimis akan masa depan bangsa ini. Kita adalah masa depan bangsa ini, kita lah yang akan mengurus negeri ini. It’s time to act! Kita tidak berhak mengeluh tentang kondisi Indonesia jika kita hanya berpangku tangan melihat kondisi ini. Indonesia tidak akan maju jika kita masih membanggakan produk import dibandingkan produk lokal. Indonesia tidak akan maju jika kita lebih ingin menghabiskan uang kita untuk bepergian keluar negeri dibandingkan menggunakannya untuk membantu 16,4 juta penduduk miskin di Indonesia. Come on, wake up! Kita bisa beraksi memajukan Indonesia menjadi lebih baik, kawan. Sekecil apa pun aksi yang bisa kita lakukan untuk kemajuan bangsa, lakukanlah!

Sekali lagi saya ingatkan kepada pembaca, 16,4 juta penduduk Indonesia memerlukan bantuan kita untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Saatnya kita bertindak untuk mereka, saatnya kita bertindak DEMI INDONESIA! We are the ones who make a brighter day so let’s start giving, demikian lirik lagu ‘We Are The World’ yang dipopulerkan oleh USA For Africa. Kita adalah masa depan bangsa ini yang akan membuat bangsa ini lebih baik, menjadi tempat terbaik untuk anak-anak tumbuh dan berkembang, menjadi negara yang terdepan dalam kemanusiaan. Sekarang adalah saatnya bertindak, Indonesia!

Posted 4 weeks ago

Seni Kehidupan

Dikutip dari Wikipedia.org

Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu.

Dewasa ini, semua orang hampir selalu mengasosiasikan seni dengan musik, gambar, akting dan tulisan. Orang hampir lupa bahwa cara menjalani kehidupan merupakan sebuah seni. Dalam kehidupan orang harus mengelola berbagai hal, pengelolaan merupakan sebuah seni tersendiri.

Seorang musisi ketika mengkreasi sebuah lagu menempatkan nada-nada tertentu agar lagu tersebut menjadi enak untuk didengarkan. Seorang penyair menempatkan kata-kata tertentu dalam syairnya agar syair yang diciptakannya dapat memikat penikmatnya. Seorang aktor harus membuat mimik wajah dan gesture agar seni peran yang ia lakukan menjadi sedap untuk dilihat. Jika dilihat kembali, semuanya adalah mengenai penempatan dan pengaturan, semuanya tentang ilmu.

Mengelola keuangan juga merupakan seni. Jika dalam seni lukis seorang pelukis akan menempatkan warna hitam kecoklatan sebagai warna mata maka seorang manajer akan menggaji karyawannya dengan upah sesuai dengan pangkat dari sang karyawan. Seni bukan hanya tentang gambar cantik.

Permainan olahraga juga merupakan seni. Jika dalam seni musik seorang musisi harus mengatur nada sedemikian rupa agar musiknya menjadi enak didengar, tidak fals, nadanya tidak ketinggian sang penyanyi dan lain-lain maka seorang penyerang dalam permainan sepakbola juga harus mengatur posisinya agar dapat lolos dari lawan, agar rekannya dapat memberikan umpan untuknya, agar tidak terjebak dalam posisi offside  dan lain-lain. Seni bukan hanya tentang musik.

Matematika maupun ilmu lain yang selama ini dianggap ilmu ‘pasti’ juga seni. Jika seorang penyair harus mengatur kata-kata dalam syairnya maka seorang ahli matematika harus menemukan cara berbagai fenomena di dunia yang tidak berpola untuk menjadi sebuah pola tertentu yang sering disebut sebagai persamaan. Dalam persamaan matematis ada harmoni, demikian pula dalam syair. Seni bukan hanya sekedar tulisan indah.

Hampir semua orang beranggapan bahwa seni cakupannya hanya tentang gambar, musik, akting dan tulisan indah. Seni lebih dari sekedar itu, seni adalah kehidupan. Makan siang di pematang sawah sembari merasakan desiran angin, gemericik air irigasi dan kicauan burung di sawah juga merupakan seni. Kehidupan adalah seni, segala sesuatu di dunia jika dilihat secara teliti dan seksama merupakan seni, ada keindahan dalam setiap sendi kehidupan. Mari kita menjalani kehidupan dengan lebih happy, segala hal di dunia ini indah dan kehidupan adalah seni untuk dijalani. Sekian, semoga bermanfaat.

Posted 1 month ago
Dimana ada keberanian, dimana ada akal sehat atau pikiran yang jernih, disitulah adanya keberhasilan atau sukses
Anand Krishna dalam Bhagavad Gita Bagi Orang Modern
Posted 1 month ago
Cinta saja tidak cukup. Cinta hanya fondasi, batu pertama tapi bukan struktur bangunan yang lengkap. Cinta perlu lebih fleksibel, lebih elastis.
Bette Davis
Posted 1 month ago
Posted 1 month ago

fuckyeahmahasiswa:

Kita semua punya dosen yang kayak gini.

dari psychomedusa

Posted 2 months ago
Saya bersyukur Tuhan tidak menganugerahi saya kerendahan hati. Arogansi memberikan kekuatan tersendiri bagi saya
Jose Mourinho
Posted 2 months ago

Bangunlah Indonesia

Akhir-akhir ini, permasalahan sepakbola nasional menjadi sebuah isu yang sangat hangat untuk diperbincangkan. Dimulai dari dualisme kompetisi tertinggi, kekalahan telak 10-0 dari Bahrain hingga kegagalan merebut gelar juara pada pergelaran Hassanal Bolkiah Trophy 2012 dari Brunei Darussalam. Hal yang sangat ironis ketika sebuah negara besar dengan 250 juta penduduk kalah 10-0 dari negara dengan penduduk 1,2 juta, juga kalah 2-0 dari negara dengan jumlah penduduk 383.000 jiwa. Dualisme kompetisi merupakan muara dari semua permasalahan persepakbolaan nasional saat ini. Kedua kubu sama-sama tidak bisa legawa untuk menerima masukan dari pihak lain, baik dari kubu lama maupun kubu baru. Keduanya sama-sama kolot.

Sebagai seorang warga negara yang mencintai timnasnya, wajar apabila saya dan 200 juta penduduk lain kecewa dengan beragam hasil buruk yang diraih oleh Timnas Indonesia. Sebagai pencinta sepakbola, saya tahu benar bahwa kualitas skill pemain-pemain Indonesia tidaklah buruk, pemain-pemain Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing di level Asia bahkan mungkin dunia. Indonesia memiliki banyak pemain berbakat. Sebut saja Boaz Solossa, Okto Maniani, Syamsir Alam, Yeriko Christiantoko, Andik Vermansyah hingga Stefano Lilipaly yang saat ini bermain untuk FC Utrech. Pemain-pemain tersebut memiliki kemampuan yang cukup untuk membawa Timnas Indonesia Berjaya di level asia hingga dunia.

Beberapa waktu yang lalu, LA Galaxy melakukan kunjungan ke Indonesia dengan agenda melakukan sebuah pertandingan ujicoba melawan Timnas Indonesia Selection. Hasilnya tidaklah buruk, Galaxy hanya menang 1-0 dari Timnas Indonesia Selection yang baru dikumpulkan beberapa minggu sebelumnya. Hal yang bagi saya menarik pada pertandingan tersebut adalah tackling keras yang dilakukan oleh David Beckham kepada Andik Vermansyah. Tackling tersebut sangat berbahaya, layak untuk mendapatkan ganjaran berupa kartu merah. Akan tetapi wasit memiliki pemikiran lain karena pemain yang melakukan pelanggaran adalah David Beckham : tokoh utama yang paling dinantikan publik. Perlu diingat kembali bahwa Beckham adalah seorang pemain profesional yang selalu ingin memenangkan pertandingan, tidak peduli apakah pertandingan tersebut merupakan partai reguler di liga maupun sekedar pertandingan tour. Intinya, Beckham serius ketika melakukan tackling keras kepada Andik. Secara kasar pun kita tahu bahwa Beckham tidak mungkin melakukan tindakan itu jika lawan tidak melakukan pergerakan yang luar biasa berbahaya, ini artinya Andik telah mencuri perhatian Beckham melalui pergerakan-pergerakannya yang luar biasa berbahaya sehingga memaksanya melakukan sebuah tackling keras.

Semua orang di dunia tahu bahwa Beckham adalah pemain kelas dunia yang pernah memenangi berbagai gelar bergengsi dalam sepakbola, meskipun usianya tidak lagi muda Beckham tetaplah seorang pemain kelas dunia. Hal ini membuktikan opini saya bahwa pemain Indonesia pun mampu untuk bersaing dengan para pemain kelas dunia. Artinya, Timnas Indonesia layak untuk bersaing di pentas dunia. Hal yang menjadi masalah di negeri ini adalah kurangnya dukungan dari berbagai pihak untuk mengembangkan sepakbola secara serius sebagai sebuah industri yang bisa memberikan kebanggaan kepada seluruh pencinta sepakbola nasional di Tanah Air.

Mayoritas rakyat Indonesia merupakan penggila sepakbola, kita bisa melihatnya dari layar teve ketika Timnas Indonesia bertanding di Gelora Bung Karno bahkan hampir setiap pertandingan Liga Indonesia pun stadion selalu penuh dengan penonton. Sepakbola hampir menjadi denyut nadi setiap Warga Negara Indonesia. Sudah sepantasnya orang-orang yang berada di PSSI maupun pihak-pihak yang berkepentingan dalam sepakbola nasional untuk bersatu, saling bekerjasama untuk mewujudkan sepakbola Indonesia yang lebih baik ke depan, bukan saatnya kita masih memaksakan ideologi kita dalam sepakbola. Come on, rakyatIndonesia sudah terlalu lama menunggu prestasi dari Timnas Indonesia yang tak kunjung membanggakan. Piala AFC maupun Sea Games seharusnya sudah bukan lagi menjadi target untuk dimenangkan. Indonesia seharusnya sudah berada selevel atau bahkan lebih tinggi daripada Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, China maupun Korea Utara. Boaz Solossa maupun Andik Vermansyah seharusnya sudah bermain di Bundesliga untuk memperebutkan gelar pemain asing terbaik bersaing dengan Shinji Kagawa. Wake up guys, wake up!

Saya lebih dari optimis Indonesia mampu menembus Piala Dunia, saya yakin suatu saat Timnas Indonesia bisa menjadi timnas yang disegani di level dunia. Momentum tersebut harus mulai dibangun sejak sekarang, Indonesia harus memiliki fondasi yang kuat untuk mengembangkan sepakbola, semua orang harus saling berrangkulan untuk mengembangkan persepakbolaan Indonesia menjadi lebih baik. Sebagai penutup, saya ingin mengutip lirik lagu dari Iwan Fals

Mentari pagi sudah membumbung tinggi

Bangunlah putra-putri Ibu Pertiwi

Mari mandi dan gosok gigi

Setelah itu kita berjanji

Tadi pagi, esok hari atau lusa nanti

Garuda bukan burung perkutut

Sang Saka bukan sandang pembalut

Dan coba kau dengarkan Pancasila itu

Bukanlah rumus kode buntut

Yang hanya berisi harapan

Yang hanya berisi khayalan…

Ayo bangun Indonesia, sudah saatnya Garuda terbang tinggi!